Marah Adalah Bara Api yang Dilemparkan Syaitan
Jangan Engkau Marah
Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari Kiamat.
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ،
أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :ِ أَوْصِنِيْ،
قَالَ : لاَ تَغْضَبْ، فَرَدَّدَ مِرَارًا؛ قَالَ : لاَ تَغْضَبْ
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 6116).
Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari Kiamat.
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ،
أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :ِ أَوْصِنِيْ،
قَالَ : لاَ تَغْضَبْ، فَرَدَّدَ مِرَارًا؛ قَالَ : لاَ تَغْضَبْ
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 6116).
Turunnya hujan adalah kesempatan terbaik untuk memanjatkan doa
Ibnu Qudamah dalam Al Mughni mengatakan, ”Dianjurkan untuk berdo’a
ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu
’alaihi wa sallam bersabda,
اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ
“Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.” [Dikeluarkan oleh Imam Syafi’i dalam Al Umm dan Al Baihaqi dalam Al Ma’rifah dari Makhul secara mursal. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shohihul Jaami’ no. 1026.]
اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ
“Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.” [Dikeluarkan oleh Imam Syafi’i dalam Al Umm dan Al Baihaqi dalam Al Ma’rifah dari Makhul secara mursal. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shohihul Jaami’ no. 1026.]
Subscribe to:
Posts (Atom)

