RENUNGAN MENJELANG TIDUR



Seberapa jauh kita melangkah, akan sampai pada suatu tujuan
Seberapa kuat diri kita, akan sampai pada suatu kelemahan
Seberapa pintarnya diri kita, akan sampai pada suatu kebodohan
Seberapa banyak gelar kita, akan sampai pada suatu gelar almarhum/ah
Seberapa tinggi jabatan kita, akan sampai pada suatu purna jabatan
Seberapa kuat hafalan kita, akan sampai pada suatu saat kepikunan
Seberapa gagah diri kita, akan sampai pada suatu saat keloyohan
Seberapa banyak penggemar kita, akan sampai pada suatu kebosanan

Apalagi yang harus kita banggakan di dunia fana ini ?
Apalagi yang harus kita sombongkan di dunia fana ini ?
Apalagi yang harus kita pertahankan di dunia fana ini ?

SELAIN KITA PERSIAPKAN BEKAL MENUJU ALAM YANG ABADI DAN HAKIKI .....

Mengapa Anak Kita Gagal Belajar ?

Oleh : R. Marfu Muhyiddin Ilyas, MA
KATA kunci dari belajar dan mengajar adalah perubahan. Ya, perubahanlah yang menjadi ukuran apakah seorang anak sudah belajar dan seorang guru atau guru sudah mengajar. Maka setiap langkah guru menuju sekolah, menuju kelas, adalah langkah perubahan.

Setiap goresan tinta guru dalam merencanakan pembelajaran adalah goresan perubahan. Setiap kelas yang guru masuki, adalah medan perubahan. Demikian seharusnya. Setiap anak yang kita jumpai adalah jawaban benarkah guru dan orang tua sudah membuat mereka berubah?

Pada faktanya, melakukan perubahan tidak semudah membalikan tangan, tidak semudah sulap yang cukup dengan berucap sim salabin abrakadabra. Dengan kata lain, acapkali kita menemukan anak yang gagal dalam belajar alias tidak menunjukkan perubahan. Mengapa? Tentang inilah saya ingin berbagi melalui tulisan ini. Saya akan merujuk pemikiran Burhanuddin Az-Zarnujy, seorang ulama besar abad 7 Hijriyah yang pakar pendidikan akhlak dan psikologi belajar Islam.

Makna Gagal Belajar

Setiap Seratus Tahun, Allah Mengutus Seorang Pembaharu dalam Perkara Agama

 
ABDULLAH bin al Mubarak dan para Imam dari para ahli hadits, sebagaimana juga diriwayatkan oleh Abu Dawud, bahwa Sulaiman bin Dawud an Nahri meriwayatkan kepada kami dari Ibnu Wahab, dari Sa’id bin Abu Ayub, dari Syurahail bin Yazid al Maghazi dari Abu Alqamah, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, dimana beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah akan mengutus untuk umat ini di dalam setiap penghujung seratus tahun seorang pembaharu dalam perkara agama-Nya.”
Abu Dawud hanya sendiri dalam meriwayatkan redaksi hadits ini. Kemudian ia mengatakan, diriwayatkan oleh Abdurrahman bin Syuraih dan tidak diperiksa pada Syurahail, dimana berarti riwayatnya menjadi mauquf padanya.